Home / berita umum / ” Hotel Angkasa “anggota DPRD Kota Samarinda sekalian Ketua Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat Samudra Sejahtera (Komura), Jafar Abdul Ghaffar Di Tangkap Polisi

” Hotel Angkasa “anggota DPRD Kota Samarinda sekalian Ketua Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat Samudra Sejahtera (Komura), Jafar Abdul Ghaffar Di Tangkap Polisi

 ” Hotel Angkasa “anggota DPRD Kota Samarinda sekalian Ketua Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat Samudra Sejahtera (Komura), Jafar Abdul Ghaffar Di Tangkap Polisi – Tembok semen berwarna abu-abu terlihat berdiri selama 20 mtr.. Di sisinya terlihat tulisan ” Hotel Angkasa ” dengan penunjuk arah berwarna merah.
Tidak terlihat gerbang yang menutupi hotel yang berupa huruf L itu. Cuma pos keamanan yg tidak dipakai yang ada di depan tembok hotel.
Masuk lokasi hotel, tampak dengan terang angunan bercat merah muda, kuning, serta biru muda yang telah terlihat kusam. Bangunan itu adalah kamar hotel yang dikenali dengan nomor kamar.
Di hotel tersebut anggota DPRD Kota Samarinda sekalian Ketua Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat Samudra Sejahtera (Komura), Jafar Abdul Ghaffar di tangkap polisi. Jafar adalah tersangka paling utama pungli sebesar Rp2, 4 triliun Pelabuhan Parlaran, Kalimantan Timur.
Tidak seperti hotel umumnya, tiap-tiap kamar di Hotel Angkasa mempunyai garasi mobil. Letak kamar ada diatas persis garasi yang umum dipakai parkir mobil beberapa tamu.
Jafar di tangkap di kamar 207, yang ada di segi kiri. Waktu Tribunnews mendatangi Selasa (25/4), kamar itu kosong. Tetapi saat Tribunnews akan mengambil photo, petugas keamanan segera melarang.
” Kami tak dapat mengizinkan bila mengambil gambar, ” tutur petugas keamanan.
Petugas hotel itu juga berkilah saat di tanya tentang urutan penangkapan Jafar. Ia mengakui tidak tahu ihwal penangkapan Jafar.
” Bertanya ke polisi saja, janganlah ke saya, ” jawab petugas keamanan itu.
Menurut petugas keamanan ini, cost bermalam di Hotel Angkasa ada dua type tarif. Untuk bermalam semalam Rp 600 ribu, serta untuk short time (3 jam) seharga Rp 300 ribu.

Tetapi menurut laman penyewaan hotel on-line, cost bermalam di Hotel Angkasa sebesar Rp 300 ribu. Tiap-tiap kamar memperoleh sarana kasur, handuk, ac, tv, serta shower air panas.
Pantauan Tribunnews, sebagian kamar hotel saat siang sampai sore masihlah kosong. Tetapi mendekati malam terlihat sebagian mobil yang masuk kedalam tempat hotel.
Menurut Direktur II Tindak Pidana Ekonomi serta Spesial (Dirtipideksus) Bareskrim Polri, Brigjen Agung Setya, Jafar di tangkap berbarengan istri mudanya di Hotel Angkasa.
” Dia berbarengan istrinya. Yang berkaitan mempunyai kian lebih satu, ini istri ke-2, ” tutur Brigjen Agung.
Agung menyampaikan, pihaknya berkemauan mencari oknum lain yang terikat dengan masalah ini. Baginya, masalah pungli di Komura ini yaitu masalah besar.
” Kita selesaikan, ini masalah cukup besar. Kita mempersiapkan hal-hal lain. Berkaitan aset ya kejahatannya sudah lama, ” terang Agung.
Penangkapan Jafar dikerjakan ia masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) karena tak pernah penuhi panggilan kontrol sebagai tersangka mulai sejak 6 April 2017.
Jafar diputuskan sebagai tersangka pemerasan atau pungli Pelabuhan Palaran mulai sejak 4 April 2017 lantas.
Sebelumnya bermalam di Hotel Angkasa, beberapa hotel di Jakarta yang pernah jadi tempat pelariannya diantaranya, Hotel Oasis, Hotel Redtop, Hotel Grand Cempaka, Hotel Grand Royal Pecenongan, indekos di lokasi Pasar Baru.
Terkecuali Jaffar Abdul Gaffar, penyidik sudah menahan tersangka yang lain Dwi Hari Winarno sebagai Sekretaris Komura serta sudah mengambil alih duit Rp 6, 1 miliar, empat tempat tinggal serta kendaraan elegan, dan deposito sejumlah Rp 326 miliar.
Atas tindakannya, beberapa tersangka diancam dengan pasal 368 KUHP, Pasal 11 serta 12 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi serta Pasal 3, 5, 10 Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Duit.

About admin