Home / berita umum / Kasus ‘Jogja Istimewa’ Pro-Prabowo Bisa Dibawa Ke Ranah Hukum

Kasus ‘Jogja Istimewa’ Pro-Prabowo Bisa Dibawa Ke Ranah Hukum

Kasus ‘Jogja Istimewa’ Pro-Prabowo Bisa Dibawa Ke Ranah Hukum – Rapper Marzuki Mohamad alias Kill The DJ terasa berang suara lagunya yang bertopik Jogja Spesial dipakai simpatisan paslon presiden serta wapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Pengakuan itu dia berikan melalui account Twitter serta Instagram.

“Maling lagu b*ngs*t! Yang tidak terima bukan hanya saya pemilik hak cipta, orang Jogja pun tidak akan terima lagu ini digunakan buat kampanye Pemilihan presiden,” catat Kill The DJ.

Video simpatisan Prabowo-Sandi yang ganti lirik lagu Jogja Spesial diupload oleh pemakai account Twitter @CakKhum. Dalam video tampak ’emak-emak’ bernyanyi sambil mengacungkan dua jari. Terdengar jelas lirik lagu Jogja Spesial ditukar.

Lirik ‘Istimewa negerinya spesial orangnya’ ditukar jadi ‘Prabowo-Sandi pilihan kita.’ Lirik ‘Jogja spesial untuk Indonesia’ ditukar jadi ‘Adil serta makmur arah kita’.

Video itu viral sejak dikicaukan Kill The DJ.

Lagu itu, kata Kill The DJ, dia buat sendiri. Dia lalu menyanyikannya bersama dengan Jogja Hip Hop Foundation (@javahiphop). Dia juga terasa belum pernah memberikan izin pada siapa juga untuk memakai lagu Jogja Spesial itu menjadi alat kampanye.

“Buat saya, @javahiphop, serta sejumlah besar masyarakat Yogyakarta, tentu tahu riwayat serta kebanggaan pada lagu itu, itu mengapa saya tidak pernah ganti liriknya untuk arah lainnya, baik komersil ditambah lagi kampanye politik,” catat Kill The DJ.

Kill The DJ meneruskan, “Walau saya simpatisan @jokowi saya tidak pernah mengkhianati nilai lagu itu dengan merubah liriknya.”

“Terdapat beberapa relawan yang lakukan kreatifitas, dimana saja relawan membuat lagu, terkadang mengambil dari suara lagu yang ada walaupun itu semestinya meminta izin pada yang miliki hak cipta serta pencipta lagu,” kata Dasco pada CNNIndonesia.com lewat pesan singkat nada, Selasa (15/1).

Dasco meyakini tidak ada unsur kesengajaan waktu emak-emak menyanyikan serta merubah lirik lagu Jogja Spesial. Menurut dia, emak-emak itu mungkin akan sadar jika tindakan mereka salah sebab Kill The DJ telah bersuara lewat sosial media.

Dia menyarankan pada semua simpatisan atau relawan untuk waspada dalam membuat lagu suport, mesti izin pada pemegang hak cipta serta pencipta lagu jika merubah lirik.

Juru Bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade menyarankan pada simpatisan Prabowo-Sandi di Yogyakarta untuk mohon maaf serta tidak kembali memakainya kembali.

Dalam kicauan terakhir kalinya, Kill The DJ pun menyebutkan dianya menanti keinginan maaf itu.

About admin