Home / berita umum / Kekeringan Kronis Di Jawa Tengah Belom Genap Dua Bulan

Kekeringan Kronis Di Jawa Tengah Belom Genap Dua Bulan

Kekeringan Kronis Di Jawa Tengah Belom Genap Dua Bulan – Tubuh Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah menyebutkan 1. 163 desa di daerah itu miliki potensi alami kekeringan kritis tahun ini. Beberapa daerah saat ini udah alami ada masalah dapatkan air baku buat mengonsumsi atau kepentingan primer yang lain.

Belum juga genap dua bulan musim kemarau, teriakan krisis air udah menyerang.menimpa di beberapa daerah. Walaupun sebenarnya daerah Pantura serta Jawa Tengah sisi timur diperhitungkan bakal alami kekeringan lebih panjang dibandingkan daerah beda pada musim kemarau tahun ini. Situasi itu bakal berlangsung sampai awal bulan Oktober lain kesempatan.

” Sejumlah tempat bisa saja tetap ada air pada musim kemarau, namun sejumlah udah kekurangan. Di Jawa Tengah, daerah Pantura serta Jateng sisi Timur termasuk juga daerah yg alami kekeringan lebih panjang, ” jelas Deputi Sektor Klimatologi BMKG, Herizal, Minggu (8/7) waktu lalu.

1. 163 desa kekeringan di Jateng itu sama rata di sejumlah besar kabupaten/kota di Jateng. Di Blora tertulis 146 desa alami kekeringan. Di Kebumen terpantau ada 64 desa, di Purworejo ada 56 desa, dan di Banyumas tertulis 16 desa. Belum pula di Wonogiri sebagai daerah berlangganan kekeringan tiap-tiap tahunnya.

Di Grobogan, krisis air bersih memang kerap menyerang.menimpa tiap-tiap kemarau. Baru 2 bulan gak turun hujan, penduduk seharusnya menggali basic sungai yg jadi kering buat dapatkan sisa-sisa air didalam tanah.

Penduduk di Desa Talun serta Ngrandah di Kecamatan Toroh umpamanya, penduduk mesti mencari bekas air itu di basic sungai yg jadi kering. Dari lubang resapan yg dimaksud belik, mereka bergantian ambil air bersih dengan lambat. Dikarenakan apabila gak berhati-hati, dapatnya air keruh.

Penduduk di Desa Tedunan Kidul, Kecamatan Wedung, Demak, hampir tiga bulan kekurangan air bersih. Sejauh ini, mereka mesti beli air buat kepentingan sesehari. Buat kepentingan air bersih sedikitnya penduduk yg sejumlah besar nelayan ini mesti keluarkan ongkos Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu per bulan.

Dan penduduk Dusun Belo, Desa Rembes, Kecamatan Bringin di Kabupaten Semarang, cuma dapat memakai air sungai buat mandi serta membasuh kemeja sepanjang musim kemarau. Gak dapat diramalkan sampai kapan sisa-sisa air di basic sungai itu bakal dapat mendukung mereka.

Di Desa Boto, Kecamatan Bancak, Kabupaten Semarang, cadangan air embung udah tandas. Beberapa puluh hektar area pertanian tak dapat ditanami serta area dilewatkan kering. Penduduk yg awalnya memproduksi area pertanian, lantas merantau bekerja serabutan diluar daerah.

Gubernur Ganjar mengakui udah siap hadapi persoalan itu. Dia mengklaim udah mengerjakan rapat sebelum musim kemarau datang. Semuanya kapabilitas BPBD dengan semua perabotan, logistik udah disediakan.

” Kita menemukan di lokasi utara timur, daerah Grobogan itu. Selatan itu, seperti yg di Wonogiri, Banyumas di Punggungan, beberapa daerah gunung ini selama Banyumas hingga Kedu itu ada juga. Saya, maaf tak hapal per desanya, namun udah punyai datanya, ” ujarnya.

” Saat ini tinggal bekerja. Jadi saya mengharap terhadap tokoh warga, tokoh agama, kades, camat, semualah, aparat pemerintah bila menemukannya daerah yg diperlukan pertolongan lekas laporkan terhadap kita, ” ujarnya lagi.

Di Daerah Spesial Yogyakarta (DIY) situasi mirip di alami penduduk. BMKG memprakirakan musim kemarau di DIY berjalan sampai bulan September lain kesempatan. Di beberapa titik miliki potensi berlangsung kekeringan berlebihan.

” Puncak musim kemarau di lokasi DIY diprakirakan bulan Agustus-September dasarian II. Namun semasing daerah tidak sama, terkait wilayahnya ada yg puncaknya Agustus dasarian II (11-20 Agustus), sampai September dasarian II terlebih di sejumlah Kabupaten Gunungkidul, ” kata Kepala Group Data serta Kabar BMKG Stasiun Klimatologi Yogyakarta, Djoko Budiyono.

Kabupaten Kulon Progo tetap memastikan status tanggap darurat kekeringan. Lebih kurang 3 juta liter air bersih udah dialirkan buat penuhi kepentingan air bersih penduduk di 8 kecamatan terdampak.

” Droping air buat 8 kecamatan terdampak kekeringan udah lebih kurang 600an tanki, sejak mulai bulan Juni terus hingga pertengahan Agustus ini. Tiap-tiap tanki kapasitasnya lebih kurang 5. 000 liter air bersih, menjadi udah lebih kurang 3 juta liter air bersih yg dialirkan ke penduduk, ” kata Kepala Pelaksana BPBD Kulon Progo, Ariadi.

Menurut data dari BPBD, dari 8 kecamatan yg alami kekeringan itu beresiko pada 3. 016 kepala keluarga yg menyebar di 117 pedukuhan di 23 desa. Sampai kini droping air dilaksanakan sejumlah 6 truk tanki perhari. Tiap-tiap truk dalam satuhari dapat droping sampai 3-4 kali.

About admin