Home / berita umum / Korban Pencabulan Supir Angkot Alami Trauma

Korban Pencabulan Supir Angkot Alami Trauma

Korban Pencabulan Supir Angkot Alami Trauma – Seseorang sopir angkot tipe Jumbo, Lufi Revanda (32) , penduduk Kecamatan Langsa Kota, Pemko Langsa, Aceh diamankan faksi kepolisian. Ia diamankan sebab tindakan bejatnya memaksakan seseorang penumpang perempuannya selanjutnya dicabuli.

” Kita tangkap pemeran sehabis korban serta orang tuanya membuat laporan ke Polres Aceh Utara, ” kata Kasat Reskrim Polres Aceh Utara Iptu Rezki Kholiddiansyah, Kamis (20/6/2019) .

Rezki menuturkan insiden itu bermula waktu korban N yg masih berumur 17 tahun pergi dari lokasi Langkat, Sumatera Utara ketujuan huniannya di satu diantaranya kecamatan yg masih terdapat di Langkat pada Selasa (18/6) malam.

Tapi sesampai di maksudnya, angkot BL 7423 NL yg disopiri pemeran tak turunkan korban serta terus berjalan ke lokasi Aceh sampai berhenti dipinggir jalan di Kota Langsa. Pada waktu itu, penumpang angkot itu udah tak ada lagi tidak cuman korban. Pemeran setelah itu memaksakan korban untuk penuhi nafsu bejatnya itu tapi gagal sebab korban menentang.

Seterusnya, korban dibawa ke rumah yg masih terdapat di Kota Langsa. Pemeran terus memaksakan meraba anggota tubuh korban. Sebab korban menentang, pemeran juga kembali bawa korban mengarah Lhokseumawe pada Rabu (19/6) besok harinya.

” Sesampai di Lhokseumawe, korban pernah dibawa ke terminal. Tak lama setelahnya, dibawa kembali pada arah Medan. Tapi, sesampai di daerah Aceh Utara, korban melonjak dari angkot itu sebab memandang ada razia di muka. Korban juga memberikan laporan berkenaan itu ke faksi kepolisian yg sedang razia serta dibawa ke Mapolres untuk dicheck. Sesaat, angkot itu kembali arah sebab ketakutan, ” ucapkan Rezki.

Sehabis mendapatkan laporan dengan cara sah, faksinya langsung menelusur kehadiran pemeran. Hasilnya, pemeran diamankan di terminal bis Kota Lhokseumawe.

” Gara-gara aksi pemeran, korban alami trauma serta cedera lecet gara-gara tekanan serta melonjak waktu melarikan diri dari pemeran. Sesaat, pemeran sendiri udah mengaku tingkah lakunya. Pemeran mengerjakan hal semacam itu sebab terpikat pada pandangan pertama masa korban menumpangi angkotnya, ” Rezki mengimbuhkan.

Rezki katakan, sebab tempat insiden pencabulan itu di Langsa, pemeran serta tanda bukti dapat dilimpahkan ke Polres Langsa. Pemeran dapat dijaring dengan UU No 23 Tahun 2002 terkait Perlindungan Anak.

About penulis77