Home / berita umum / Masyarakat Di Jambi Jangan Buang Sampah Sembarangan Jika Tidak Ingin Di Denda 20 Juta

Masyarakat Di Jambi Jangan Buang Sampah Sembarangan Jika Tidak Ingin Di Denda 20 Juta

Masyarakat Di Jambi Jangan Buang Sampah Sembarangan Jika Tidak Ingin Di Denda 20 Juta – Masalah di Jambi ini mungkin dapat membuat masyarakat kapok supaya jangan sampai coba-coba buang sampah asal-asalan. Masalahnya di Jambi, ada masyarakat yg buang sampah asal-asalan diberi hukuman denda Rp 20 juta.

Dirangkum detikcom, Rabu (9/1/2019), masalah ini berawal saat masyarakat bernama Ali Johan didapati buang sampah dahan kelapa dengan jumlahnya banyak dalam tempat pembuangan sampah (TPS) di Kecamatan Jelutung, Kota Jambi.

Dia lalu ditangkap Satpol PP Kota Jambi. Fakta ia ditangkap ialah buang sampah di luar jam yg ditata.Aktor tertangkap tangan oleh petugas sebab buang sampah di tempat yg dilarang buang sampah pada saat siang hari. Mengenai waktu yg laku buat buang sampah adalah dari waktu 18.00 WIB sampai 06.00 WIB.

Ali lantas dibawa ke persidangan di Pengadilan Negeri Jambi. Akhirnya, Ali diberi hukuman bayar denda Rp 20 juta atau mesti meringkuk di penjara sepanjang 45 hari.

“Menjatuhkan pidana denda Rp 20 juta,” kata hakim tunggal Moraelam Purba dalam sidang pada Selasa (8/1) tempo hari.
Merasakan putusan itu, Ali terima serta langsung membayar denda selepas sidang. Ali pilih membayar Rp 20 juta ketimbang masuk penjara sepanjang 45 hari.

Menurut petinggi Humas PN Jambi, Makaroda Hafat, boleh-boleh saja apabila Ali pengin pilih bayar denda dibanding dengan diberi hukuman penjara.

Makaroda ikut menuturkan denda Rp 20 juta dijatuhkan sesudah terdakwa bisa di buktikan bersalah serta melanggar Perda Kota Jambi Nomer 8 Tahun 2013 perihal Pengurusan Sampah.

“Ya sebab ini ialah ketentuan hakim, ya itu boleh-boleh saja. Karena itu denda Rp 20 juta dikasihkan terhadap si pelanggar. Ditambah lagi awal mulanya pada si pelanggar itu serta pihak Pemkot Jambi telah ada kesepahaman serta pengin membayar uang Rp 40 juta. Akan tetapi hakim membantu sebab si pelanggar memohon kemudahan,” jelas Makaroda.

About admin