Peras Kades, Polisi Bekuk Ketua LSM di Pasuruan

Agen Casino

Peras Kades, Polisi Bekuk Ketua LSM di Pasuruan  – Kusairi (45), ketua LSM di Pasuruan, diamankan polisi lantaran mengerjakan pemerasan pada Kepala desa Karangasem, Kecamatan Wonorejo, Toyib (41). Aktor ditangkap kala saat mengerjakan laganya dalam sesuatu rumah makan.

” Aktor kami tangkap tangan pada waktu 11. 30 WIB, di Warung Makan Anda di Desa Cobanblimbing, Kecamatan Wonorejo, ” kata Kasat Reskrim Polres Pasuruan AKP Budi Santoso, Kamis (27/9/2018).

Menurut Budi, perbuatan pemerasan berasal pada awal Agustus saat lalu. Kala itu korban ditelepon aktor yg mengakui dari LSM Barata serta memohon bersua buat membahas hasil terdapatnya penyalahgunaan Dana Desa tahun 2017. Kusairi mengakui jadi Ketua LSM Instansi Perlindungan Kastemer (LPK) Barata.

Dalam pertemuan itu, aktor minta uang Rp 3 juta jadi layanan pengamanan perkara. Korban lantas menurut serta memberi uang lewat cara dicicil, semasing Rp 1 juta pada 7 Agustus serta Rp 2 juta satu minggu lantas.

Dengan uang itu, korban mengharap tidak diganggu lagi. Akan tetapi, pada 24 September 2018, korban dapatkan surat dari LSM beda yg utamanya memberi kabar korban udah dilaporkan ke Polda Jawa timur atas perkara yg sama, yaitu penyalahgunaan Dana Desa 2017.

” Korban terasa dibohongi oleh terduga Kusairi ini. Ia lantas memohon pertanggungjawaban, ” jelas Budi.

Situasi itu difungsikan terduga buat mengeruk uang korban. Terduga kembali menyampaikan mampu membantu korban jikalau dapat menyiapkan uang Rp 50 juta buat cost pencabutan masalah di Polda serta ‘mengamankan’ pihak LSM yg melaporkannya.

” Korban tak punyai uang sebesar itu, terduga turunkan permohonan. Selanjutnya di setujui Rp 15 juta, lewat cara dicicil, ” jelas Budi.

Kala itu korban telah syak wasangka serta terasa diperas hingga melapor ke polisi. Kala ia menyerahkan uang Rp 7 juta didalam rumah makan, polisi menangkap terduga.

” Modus terduga ini pintar, pakai dua nama LSM supaya korban meyakini, ” papar Budi.

Atas tingkah lakunya, Kusairi dijaring Clausal 368 KUHP subsider Clausal 369 KUHP terkait Pemerasan. Dalam penangkapan ini, polisi mengambil uang Rp 7 juta, telpon seluler, mobil terduga, ID card LSM, serta beberapa surat.